Rekonsiliasi dan Input Barang

Rekonsiliasi adalah proses membandingkan dua data pada proses yang berbeda. Dalam hal ini rekonsiliasi diperlukan sebagai salah satu proses mempersiapkan laporan barang yang valid dan akuntabel untuk bahan penyusunan laporan keuangan.

Data yang diperbandingkan adalah realisasi belanja modal dengan daftar barang yang telah disusun oleh pengurus barang. Dalam beberapa kasus dan pengalaman, belanja modal sering kali terlewat dalam pencatatannya sebagai aset tetap yang seharusnya di catat menurut peraturan perundang-undangan.

Proses rekonsiliasi dilaksanakan secara berjenjang yaitu :

  1. Rekonsiliasi pada Perangkat Daerah;
  2. Rekonsiliai antara Perangkat Daerah dengan Bidang BMD pada BKD Kota Cirebon; dan
  3. Rekonsiliai antara Bidang BMD dengan Bidang Akuntansi pada BKD Kota Cirebon.

Untuk membantu pelaksanaan proses rekonsiliasi sebagaimana dimaksud diatas, maka dipersiapkan Kertas Kerja untuk masing-masing proses, sehingga kerta kerja tersebut menjadi tolak ukur untuk melakukan proses input barang ke Simda BMD.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan input pada Simda BMD, sehingga item barang dan nilai yang akan dimasukan ke dalam Simda BMD sudah tervalidasi dengan baik dan diharapkan tidak ada lagi koreksi. Hal ini berdasarkan pengalaman melakukan koreksi pencatatan di dalam Simda BMD jauh lebih sulit dibandingkan melakukan koreksi pencatatan pada Kertas Kerja Rekonsiliasi.

Data yang dibutuhkan pada saat melaksanakan rekonsiliasi adalah :

  1. Daftar hasil pengadaan barang Tahun berjalan.
  2. Daftar mutasi barang baik ke dalam maupun keluar Perangkat Daerah;
  3. Daftar koreksi Aset Tetap pada pencatatan;
  4. Perolehan lainnya (hibah pusat, propinsi dsb)

 

Untuk Diskusi dan Studi Kasus lebih lanjut tentang Rekonsiliasi dan Input Barang, Anda dapat bergabung di Forum Diskusi BMD pada button/link di bawah ini….